BerandaApa Itu Aave – Mata Uang Virtual atau Lebih Dari Itu?

Apa itu Aave and Bagaimana Cara Kerjanya?

Aave logo
Aave (AAVE)
...
Perubahan 24 jam
...
Perubahan 7 hari
...
Kapitalisasi Pasar
...
Penulis: Saad Ullah

Penerus token LEND ETHLand, AAVE adalah token tata kelola platform Aave, yang memberi pemegang hak untuk memilih keputusan seperti layanan baru dan membuat perubahan pada yang sudah ada. Meskipun tergolong baru, fitur tata kelola dan keberhasilan platform pinjamannya telah melambungkan harganya.

Ketika banyak orang menganggap mata uang virtual ini sebagai penyimpan nilai yang baik dan cara terbaik untuk membendung inflasi fiat, Aave lebih dari sekedar itu. Kemampuannya untuk menghasilkan cuan dengan meminjamkan token yang tidak digunakan, serta harganya yang meningkat, menjadikannya menarik.

Mengapa Aave Diciptakan?

Munculnya decentralised finance (DeFi) mengubah cara masyarakat meminjam dan memberi pinjaman uang. Sesuai tradisi, perantara seperti bank bertindak sebagai pasar, escrow dan fasilitator, yang digabung jadi satu. Mereka mencari orang-orang yang ingin berinvestasi dalam skema yang berbeda untuk mendapat penghasilan pasif dan menjamin mereka mendapat untung dengan reward yang tetap. Di saat yang sama, orang-orang yang butuh uang mendatangi instansi untuk mendapat pinjaman. Instansi mendapat untung dari perbedaan bunga yang mereka bebankan kepada peminjam dan apa yang mereka janjikan kepada investor.

Prinsipnya terdengar sederhana, tetapi kenyataannya sangat berbeda. Peminjam menghadapi banyak rintangan sebelum pinjaman mereka disetujui. Instansi menerapkan syarat yang sangat spesifik, seperti proses dokumentasi untuk memeriksa apakah peminjam bakal dapat membayar kembali pinjamannya; persyaratan agunan sebagai jaminan; dan tingkat bunga yang sangat tinggi.

Ketamakan pun meningkat dan pemberi pinjaman saat ini menerima jumlah nominal, yang hampir tidak menutupi tingkat inflasi fiat. Di sisi lain, peminjam ditipu dengan suku bunga yang sulit untuk dilunasi.

Aave adalah platform pinjaman kripto yang menggunakan blockchain dan kontrak pintar untuk menghilangkan perantara, menawarkan suku bunga yang lebih rendah kepada peminjam dan margin keuntungan yang lebih tinggi kepada pemberi pinjaman. Intinya adalah token AAVE, token yang menghasilkan keuntungan dan tata kelola.

Siap berinvestasi di Aave?

Bagaimana Cara Kerja Aave dan Teknologi Apa yang Ada di Baliknya?

Dibangun di atas blockchain, Aave menggunakan teknologi peer-to-peer, yang dijalankan oleh komputer yang saling terhubung dan semua data transaksi terbukti secara matematis dan dibagikan di ledger digital. Bit kode, yang disebut smart contract, berjalan di blockchain, memungkinkan operasi otomatis ketika parameter tertentu terpenuhi.

Perpaduan teknologi dan smart contract, memungkinkan Aave membuat platform pinjam-meminjam yang tidak memerlukan interaksi manusia.  Ada yang menawarkan kripto mereka untuk dipinjam dengan tarif tertentu dan yang lain mengambilnya sebagai pinjaman, menyetorkan cryptocurrency yang dapat diterima sebagai jaminan. Dengan tidak adanya instansi, artinya tidak ada dokumen, tidak perlu menunggu, suku bunga lebih rendah untuk peminjam dan pengembalian yang lebih tinggi untuk pemberi pinjaman.

Token AAVE dapat dipinjamkan atau dipinjam dan bahkan digunakan sebagai jaminan untuk pinjaman kripto lainnya, membuka dunia keuangan yang benar-benar baru. Selain menawarkan pengembalian yang bagus saat dipinjamkan, token juga bisa di-stake untuk mendapatkan untung. Token juga menawarkan tata kelola, karena platformnya merupakan organisasi otonom terdesentralisasi (DAO). Orang-orang yang menjadi instansinya. 


Apakah Aave Uang Sungguhan?

Tergantung bagaimana Anda melihatnya. Kripto memiliki klasifikasi yang berbeda tergantung pada bagaimana otoritas pengatur yang berbeda melihatnya. Meskipun tidak didukung oleh bank sentral, AAVE memenuhi banyak karakteristik aset yang berbeda termasuk uang dan emas batangan.

Meskipun AAVE mungkin tidak sepopuler Bitcoin atau altcoin lainnya, AAVE dapat digunakan seperti halnya uang.  AAVE dapat menyediakan media pertukaran dan nilai. Anda dapat mengirim dan menerima token AAVE semudah mengirim uang melalui aplikasi perbankan Anda.

Di sisi lain, AAVE juga memiliki sifat yang mirip dengan logam mulia seperti emas. Persediaan token AAVE terbatas hanya 16 juta.  Dengan hanya di bawah 13 juta token yang sudah beredar, sisanya disimpan untuk injeksi darurat dalam protokol jika diperlukan lebih banyak koin. Dengan terbatasnya persediaan dan meningkatnya permintaan, tekanan mendorong nilainya naik, seperti halnya Emas.

Token AAVE juga memberikan pemegangnya hak untuk memberi suara pada pengembangan platform. Sama seperti pemegang saham perusahaan yang dapat memberikan suara tentang masalah keuangan dan operasi, demikian juga pemegang AAVE. Mereka dapat membuat proposal tentang layanan yang ada atau memperkenalkan yang baru. Anggota komunitas lainnya kemudian dapat memilih, dimana mayoritas akan memutuskan apakah proposal tersebut bakal diterima atau tidak.

Meski merupakan token terkemuka di bidang DeFi, AAVE masih kurang diterima secara global oleh pedagang, jika dibandingkan dengan altcoin lain seperti Litecoin dan Monero. Namun, ini bisa berubah karena Aave terus menawarkan manfaat dan meraih penerimaan.


Biaya dan Pengeluaran Aave

Sebagai token berbasis blockchain, Aave bebas dari batasan geografis apa pun dan sebagai penerima, tidak masalah di mana pun Anda berada. Tidak seperti bank, yang bisa membebankan tarif berbeda untuk negara yang berbeda, dengan AAVE, biayanya sama di mana-mana. Namun, biayanya selalu berubah. 

Token AAVE kompatibel dengan ERC-20 dan berjalan di blockchain Ethereum. Oleh karena itu, transaksi harus dibayar dalam GAS, biaya yang dibagi kepada penambang yang memvalidasi transaksi. Biaya tersebut merupakan kompensasi atas waktu dan tenaga mereka. Pada saat penulisan, biaya transaksi Ethereum rata-rata sekitar $6,80.

Jaringan Ethereum saat ini terbatas pada sekitar 10-15 transaksi per detik dan ini menyebabkan kemacetan pada saat aktivitas sedang tinggi dan dapat mengakibatkan kenaikan biaya transaksi. Untuk mengatasinya, protokol Aave juga tersedia di Polygon. Jaringan solusi lapisan-kedua ini menjalankan side chain yang lebih cepat, lebih murah, dan masih bisa memanfaatkan chain Ethereum utama untuk keamanan. Biaya transaksi rata-rata di Polygon merupakan sebagian kecil dari biaya ($0,000146).

Untuk operasi dalam protokol Aave, biayanya jauh lebih tinggi dan perbedaan antara Ethereum dan Polygon sangat besar. Pemberian pinjaman bisa memakan biaya hingga $29,40 (pada saat penulisan) di jaringan Ethereum, dan hampir dua kali lipat bagi peminjam yaitu $42,30. Sementara di Polygon hanya sekitar $0,000590 untuk pemberian pinjaman dan $0,000850 untuk meminjam.

Biaya tinggi pada Ethereum mungkin akan segera berubah saat beralih ke ETH 2.0 dan bergeser dari konsensus Proof of Work yang intensif energi ke Proof of Stake yang efisien.

Mengenai exchange kripto sendiri, ada biaya lain yang perlu dipertimbangkan. Exchange bisa membebankan biaya setoran dan/atau penarikan token AAVE Anda untuk semua transaksi trading yang Anda lakukan (biaya maker dan taker). Setiap platform memiliki struktur biayanya sendiri yang harus Anda periksa sebelum mendaftar. Membeli AAVE dengan fiat melalui transfer bank atau kartu debit/kredit juga bisa dikenakan biaya tambahan dari bank atau penyedia kartu Anda, yang bisa sangat bervariasi tergantung pada lokasi Anda dan platform.


Apa Manfaat AAVE?

Semua mata uang kripto berasal dari Bitcoin dan teknologinya — blockchain. Dibuat lebih baik dari fiat, token seperti AAVE memberikan beberapa manfaat.

Menggunakan jaringan peer to peer, Aave cepat, hanya butuh beberapa menit untuk ditransaksikan dari satu pihak ke pihak lain. Selain durasi untuk mencatat transaksi di ledger, waktu dan tenaga yang diperlukan sebelumnya juga minim. Saat mengirim uang biasa dari bank, prosesnya bisa memakan waktu dan ribet karena Anda harus menjelaskan kenapa Anda mengirim uang, siapa penerimanya, dan apa tujuan transaksinya. Namun, tidak dengan Aave — cukup kirim saja. 

Untuk transaksi yang lebih kecil, biaya terkadang tidak sepadan, tetapi karena AAVE tidak tergantung pada jumlah dan lokasi penerima, pengiriman transaksi besar menjadi murah, bahkan di tingkat global.

Karena merupakan aset berbasis blockchain, AAVE juga merupakan sistem yang bekerja secara independen berdasarkan matematika yang kompleks. Tanpa otoritas tunggal yang dapat mengendalikannya, AAVE bebas dari pengaruh politik. Matematika di balik sistem terdesentralisasi juga membuatnya aman, sehingga sulit bagi oknum jahat untuk meretas atau mencurinya. Lagi pula, seluruh ledger transparan, dimana semua orang dapat melihat transaksi.

Karena persediaan terbatas, AAVE menjadi langka, yang mendorong nilainya untuk jangka panjang, melawan daya beli fiat yang dapat dicetak terus-menerus.

Terlepas dari aspek ekonomi dan teknis dasar, kemampuan DeFi juga menawarkan manfaat.  Meminjamkan AAVE melalui platform menawarkan hasil yang lebih tinggi daripada investasi fiat biasa dalam skema tabungan. Opsi tata kelola juga membuat pemegang juga bisa menentukan nasib mereka dengan membuat dan memberikan suara pada proposal.


Bisakah AAVE Digunakan Secara Anonim? 

Sebagai mata uang kripto, satu-satunya keterlacakan dompet Aave adalah kunci publiknya (juga disebut alamat dompet) dan jumlah yang ditransaksikan. Meskipun ada anonimitas karena dompet tidak membawa informasi tentang pemiliknya, tidak ada yang benar-benar anonim di internet. Informasi terkait pengguna bisa didapat melalui penelusuran alamat IP, walaupun tidak selalu.

Kesulitan melacak pengguna inilah yang menyebabkan banyak otoritas memaksa platform kripto untuk mematuhi peraturan KYC dan AML. Jika platform yang digunakan tersentralisasi dan bereputasi baik, Anda pasti menyerahkan informasi diri seperti nama, detail kontak, tempat tinggal, dan bahkan sumber penghasilan Anda.

Meskipun tingkat anonimitas yang besar dapat dicapai, pada akhirnya Anda harus memberi informasi diri jika ingin menjual atau membeli AAVE dengan fiat karena bank atau kartu Anda harus terhubung dengan platform.


Seberapa Amankah AAVE?

Teknologi Blockchain berjalan pada desentralisasi dan tanpa otoritas tunggal, transaksi dilakukan dengan verifikasi matematis oleh node atau penambang. Node bisa saja membuat kesalahan atau bahkan transaksi penipuan, karenanya, yang lain akan mengambil perbedaan dan mayoritas akan memperbaiki kesalahan. 

Namun, tetap ada kemungkinan titik lemah lainnya, seperti celah dalam smart contract, yang memungkinkan oknum jahat untuk memanipulasinya demi keuntungan mereka. Protokol AAVE telah menjadi subjek eksploitasi pinjaman kilat sebelumnya, tetapi para developer dengan cepat memperbaiki kelemahannya.

Dompet juga dilengkapi dengan tingkat keamanan yang tinggi untuk menyimpan token. Ada banyak dompet yang tersedia saat ini, baik yang berbasis perangkat lunak maupun perangkat keras. Banyak yang memiliki keamanan ekstra seperti 2FA dan frasa sandi untuk menawarkan peningkatan keamanan.


Tim Apa Saja yang Bekerja Pada Pengembangan AAVE?

Diciptakan oleh Stan Kulechov pada tahun 2017, ETHLand saat itu bertindak sebagai protokol pinjam-meminjam non-penahanan. Saat berevolusi dan berganti nama menjadi Aave, bersama dengan tokennya, platform sekarang dijalankan oleh DAO, yaitu pemegang token menjadi pemilik platform.

Namun, pengembangan proposal yang disetujui masih berada di tangan tim Aave. Ini termasuk pendiri dan CEO Stan Kulechov, COO Jordan Lazaro, CFO Peter Kerr dan pasukan coder dan developer.


Lembaga Keuangan Manakah yang Diinvestasikan di AAVE?

Sebagai layanan alternatif untuk pinjaman, AAVE menjadi pesaing instansi-instansi yang menawarkan layanan yang sama. Oleh sebab itu, tidak ada instansi keuangan utama yang mendukungnya. Namun, AAVE telah menarik beberapa pendukung besar yang berfokus pada crypto:


  • Venture Blockchain.com

Anak perusahaan investasi Blockchain.com, bertujuan untuk mendukung proyek yang kuat dan bereputasi baik yang mengembangkan dan mempromosikan penggunaan teknologi blockchain yang praktis dan layak.

  • Standard Crypto

Sebuah perusahaan ekuitas swasta, Standard Crypto diciptakan oleh investor serial Adam Goldberg untuk memberikan proyek terdesentralisasi pendanaan yang mereka butuhkan untuk berkembang.

  • Blockchain Capital

Sebagai pelopor crypto VC, Blockchain Capital menjadi salah satu yang tertua dan telah ada sejak 2013. Sejauh ini telah mendukung lebih dari 70 proyek dan diinvestasikan dalam beberapa proyek besar seperti Ripple dan Coinbase.


Penambangan AAVE

Sebagai token ERC-20, AAVE dilindungi jaringan Ethereum, yang bergantung pada penambang dan mekanisme konsensus Proof of Stake (pada saat penulisan).

Namun, protokol Aave diamankan dengan staking. Pemegang dapat me-stake AAVE di Safety Module dengan imbalan lebih banyak AAVE. Token yang di-stake ini dapat digunakan untuk menutupi defisit jika terjadi kekurangan.


Dompet AAVE

Jika ingin bertransaksi trading dengan AAVE, opsi termudah adalah melalui broker atau exchange Anda, agar Anda dapat membeli dan menjual tanpa harus menyetor atau menarik token setiap saat.

JIka ingin menggunakan protokol Aave untuk memberi pinjaman atau meminjam, atau hanya bertahan pada token tata kelola, Anda sebaiknya menggunakan dompet pribadi. Ada banyak pilihan yang bisa Anda pilih:

  • Ledger Nano S: Dompet perangkat keras, seperti flash drive USB. Pas untuk penyimpanan offline.

  • My Ethereum Wallet: Dompet yang kompatibel dengan ERC-20 berbasis web yang dapat menyimpan AAVE. Dapat diakses dari mana saja dengan koneksi internet.

  •  Trust Wallet: Dompet berbasis seluler yang mudah digunakan.


Apakah AAVE Layak Diinvestasi?

Mata uang kripto, termasuk AAVE, pada dasarnya tidak stabil dan harganya dapat berfluktuasi secara liar. Lonjakan harga bisa menarik, tetapi AAVE juga bisa anjlok secara tiba-tiba.

Anda bisa memanfaatkan pergerakan harga dengan membeli saat murah dan menjual saat tinggi (baik jangka pendek atau jangka panjang) atau hanya mengandalkan pendapatan pasif yang dari meminjamkan atau mempertaruhkan token. Kami sarankan untuk tidak berinvestasi lebih dari yang sanggup Anda tanggung jika kalah.

Kabar baiknya adalah, dengan rasio untung yang lebih tinggi, tim yang kuat, dan dukungan dari beberapa nama besar di industri ini, AAVE memiliki masa depan yang cerah.

Mata uang Crypto alternatif

Paling Sering Ditanyakan

  1. Pada awal tahun 2021, AAVE diperdagangkan di angka $88,33. Pada saat penulisan, naik 387% menjadi $430,49.

  2. Ada sejumlah broker dan exchange. Agar tetap aman, sebaiknya gunakan platform yang bereputasi baik dan mematuhi hukum saja.

  3. Tentu saja! Ada banyak merchant yang menerima kripto. Atau, Anda dapat menjual jumlah yang dipinjam di berbagai platform dan menggunakan fiat.

  4. Pinjaman kilat adalah pinjaman instan tanpa agunan yang dapat diambil oleh pengguna dan harus dikembalikan sebelum blok berikutnya ditambang. Jika tidak dilakukan, pinjaman secara otomatis dikembalikan.

  5. Suku bunga yang stabil akan memberi Anda bunga tetap, membantu merencanakan dan mengetahui berapa banyak yang akan Anda bayar atau hasilkan. Tarif bervariasi sesuai dengan kondisi pasar dan jika perhitungan Anda tepat, bisa menguntungkan bagi Anda.

  6. Anda dapat mengunjungi portal Aave dan menggunakan opsi Migrasi. Hubungkan dompet Anda untuk memasukkan deposit LEND token AAVE Anda.

  7. Sebagai protokol non-penahanan, AAVE tidak memiliki pemeriksaan KYC atau AML, tetapi mematuhi regulator dan disetujui oleh FCA Inggris sebagai pengirim uang.

  8. Ketika Anda me-stake AAVE Anda, Anda diberikan stkAAVE, yang dapat digunakan untuk memilih atau membuat proposal dalam mekanisme tata kelola.

We use cookies to personalise content & ads, provide social media features and offer you a better experience. By continuing to browse the site or clicking "OK, Thanks" you are consenting to the use of cookies on this website.